Selasa, 16 Juni 2015

ONKEY – CONFUSION (YAOI)



ONKEY – CONFUSION

Tittle : Confusion
Author :Hetty Pratiwi
Genre : Angst
Cast : Always Onkey



Aku gak tahu nulis apa, aku gak terlalu bisa nulis, tapi karena aku lagi galau karena onkey jadi pingin nulis, ini bener-bener kacau kata-katannya gak beraturan, bener-bener gak sesuai EYD, alurnnya kecepatan, dan satu lagi banyak typo.
Ini kita ceritannya flashback ke 3 tahun yang lalu, saat jinki ketangkap lagi kencan sama tante jung ah after school. Iihhh sebel yaaa hmmmm....

oke happy reading





Pagi-pagi sekali salah satu namja tercantik di dorm SHINee terbangun ditengah tidur cantiknnya, ia masih menggunakan piyama pink bergambar hello kittynnya yang super cute. Ia melirik kamar disebelahnnya, lebih tepatnnya kamar sang namja tampannya.
‘apa ia sudah pulang?’ gumannya sembari tetap menatap kamar itu dengan pikiran yang melayang-layang, ia cemas mengingat sedari malam namja tampannya itu tak juga kunjung pulang. Namun ia selalu berfikiran positif jika pacarnnya itu tengah sibuk dengan dramannya itu. Namun bagaimanapun rasa cemas itu selalu ada.
“hyung, kau sudah bangun?”
Suara sang magnae membuyarkan lamunanya akan namja tampannya itu, yang akhir-akhir ini selalu menghantui pikirannya.
“kau sudah bangun rupannya?” tanyannya dibalas angukan dari sang magnae super imut itu
“aku lapar hyung, apa hyung sedang membuat makanan?”
“hyung baru akan memasak taeminnie, dikulkas sepertinnya masih ada kimchi, makanlah itu terlebih dahulu untuk menganjal perutmu” tutur kibum sementara sang magnae tampak mengelengkan kepalannya.
“aku akan menunggu masakan hyung saja”
“ya sudah, oh iya minnie apa hyung tertuamu sudah pulang?” tamin sedikit bingung dengan kata ‘hyung tertua’ apa yang dimaksud jinki hyung? Bisa saja?
“jinki hyung?” kibum mengangguk
“sepertinnya aku tidak tahu, aku baru pulang pukul 1 malam, lebih baik kau cek kamarnnya saja hyung, kau kan kekasihnnya” tukasnnya seraya menggoda sang hyung dengan menekankan kata ‘kekasihnnya’
“sudahlah, mungkin ia masih ingin tidur bukankah ia tidak ada jadwal hari ini”
“mollayo hyung, cepatlah memasak aku lapar”
“kau ini, yah tunggulah, siapa yang muruh tidak memakan kimci itu heum”
“jangan mengoceh hyung, cerewet sekali, aku lapar pokoknnya”
Kibum mendesah pelan magnaennya satu ini memang paling tidak bisa menahan laparnnya, adi ia putuskan membuat makanan sederhana saja, nasi goreng beijing. Lagi pula di dalam kulkas hanya ada kimci, tomat dan sawi. Makanan sederhana apapun jika di oleh tangan kim kibum akan menjadi makanan yang mewah.

-------

Seharian ini pikiran kibum dipusingkan dengan sosok lee jinki,pasalnnya nama tampan kekasihnnya itu sedari malam hingga menjelang pagi hingga sorennya tidak memunculkan batang hidungnnya. Kemana kah? Ia menjadi semakin khawatir?
“dubu kau tidak pulang?apa bersama wanita itu?” anggap saja namja cantik ini cengeng, ia memang laki-laki yang sensitif, ia sangat mudah menangis. Ia bahkan sering mnangis karena terlalu memikirkan namja tampannya.
“kau bahkan sering saling balas-membalas  ditwiter bersama noona itu,apa maumu lee jinki babo, jeongmal baboya, kau tahu aku sangat membencimu, kau sudah membuatku kacau seperti ini huks huks halmoni aku merindukanmu”
Pada saat seperti inilah ia sangat merindukan neneknnya yang berada di daegu, nenek yang sangat dekat dengannya, ia selalu nyaman menceritakan hal-hal apapun pada sang nenek kcuali dengan urusan asmarannya dengan leader SHINee, ia tidak mau membuat sang nenek terkaget dan terkena serangan jantung akibat ceritannya, ia masih merahasiakan hal ini pada seluruh dunia kecuali sang member lainnya.
“aku bukan wanita, aku memang tak pantas untukmu lee jinki, sepertinnya hanya aku yang menderita di sini, hanya aku yang punya perasaan itu”
Tangisnnya semakin pecah, matannya sembab, hidungnnya memerah, sangat terlihat kacau untuk ukuran si diva cantik ini. namun ia tidak peduli akan hal itu, yang ia butuhkan hanya menangis menguras seluruh rasa sesak didadannya yang sudah lama ia pendam, hatinnya begitu terluka, ia hanya ingin kejujuran jinki, kehadiran jinkinnya agar hatinnya merasa tenang.


Sementara ketiga member lainnya masih asyik di ruang tamu, dengan menyalakan televisi mereka, meskipun begitu baik jonghyun,minho dan taemin sangat menghawatirkan keadaann sang leader yang tak kunjung menampakan hidungnnya. Apalagi setelah membuat sarapan sang diva yang merupakan istri sang leader tak kunjung keluar dari kamar sempitnnya itu. Mereka bertiga sangat menghawatirkan kedua orang yang menjadi umma dan appa di SHINee.
“taeminnnie kau kan namja cantik juga sama seperti ummamu itu, mungkin kau bisa lebih paham perasaan kibum” ucap jonghyun tiba-tiba pada sang magnae yang menandarkan tubuhnnya dalam dekapan sang kekasih, choi minho.
“aku sudah membujuknnya hyung, kunci kamar hey hyung terkunci, sudahlah sepertinnya ia mengalami masa-masa galau” balasnnya
Jonghyun hanya mengangguk paham, ia sendiri memang sangat dekat dengan namja cantik itu, tapi saat ini ia tidak bisa menganggu key yang sudah ia angap sebagai adiknnya sendiri. Demi apapun ia sangat cemas dengan kibumnnya yang selalu ceria.
“hyungdeul bukankah itu onew hyung? Dengan siapa dia?”
Mata namja tampan yang juga tengah menyaksikan telivisi melotot seketika, pasalnnya televisi itu menampilkan berita sang leader yang tengah tertangkap sedang keluar dari restoran bersama seorang wanita cantik yang sangat mereka kenal, jung ah after school. Tak hanya itu dalam foto itu menampakan kduannya duduk dalam satu mobil, dengan wajah jinki yang merona.
“shit..apa-apan namja tua itu,benar-benar keterlaluan, jangan biarkan kibum mengetahuin hal ini”  amarah jonghyun meledak setellah mengetahui alasan sang leader tidak pulang, ia merasa kasihan dengan adik cantiknnya yang sampai sekarang masih mengurung diri di dalam kamar akibat terlalu mencemaskan namja idiotnnya itu.
“kibum pernah mengetahui percakapan jinki hyung dan jung ah noona di twiter, apa kalian yakin kibum tak mencurigai jinki hyung selama ini?”
“sudahlah minho hyung, sekarang yang terpenting kita harus merahasiakan ini dari kibum hyung, aku takut dia semakin terluka”
Tanpa mereka sadari namja cantik yang diam-diam keluar dari kamarnnya mendengar pembicaraan ketiga membernnya, ia bahkan sempat melihat foto-foto sang kekasihnnya bersama seorang wanita di televisi itu. Ia tidak menangis, namun jangan salahkan hatinnya yang terasa begitu nyeri,sakit, seakan ingin meledak. Mungkinkah ia sudah hancur? Ia memang tidak hancur tapi separuh hatinnya seolah menghilang.

-------- 

“aku pulang?”
Sesosok namja tampang dengan perawakan tinggi, bermata tipis memasuki dorm dengan perasaan was-was, apalagi keadaan dorm yang tampak sepi membuat hatinnya semakin kalang kabut. Ia menyesali hapennya tertinggal di rumah sehingga tidak dapat menghubungi para membernnya, ia sangat yakin keempat adiknnya sangat khawatir. Jangan lupakan berita yang beredar di internet, televisi dan majalah-majalah, itu membuatnnya semakin frustasi, dipikirannya bagaimana mungkin mereka para netizen selalu mengetahui keberadaannya, benar-benar rasannya ia ingin marah tapi bagaimana bisa?
“shit..berita sialan, aku jadi merasa tidak enak dengan jung ah noona” gumannya sembari melangkah ke konter dapur, mengambil sebotol minuman di dalam kulkas dan meneguknnya dengan cepat, sedikit merasa lelah.
“kau sudah pulang hyung?”
Sebuah suara berat milik member termuda keduannya membuatnnya sedikit terkaget, dengan segera mengembalikan botol minuman yang ia pegang kedalam kolkas.
“kau baru pulang?” tanyannya basa-basi
“iya aku baru saja menghadiri premeir sebuah film, kau baru pulang hyung?” jinki mengangguk. Keduannya berjalan menuju ruang tengah dan mendudukan diri pada sofa yang tersedia.
“kau dari mana saja hyung? Kenapa tidak mengabari kami?”
Akhirnnya pertanyaan yang sedari minho simpan berhasil ia keluarkan, ia sedikit merasa kesal dengan leadernnya ini.
“mianhe aku bermalam di rumah kemarin,, masalah aku tidak mengabari kalian, aku melupakan keberadaan handponeku, mianhe”
“lalu kabar di televisi itu? Kau bersama jung ah noona? Apa itu benar?”
Jinki mengangguk
“aku memang melakukan kencan dengannya, aku tahu pasti kalian sangat terkejut dengan hal ini, mianhe”
“kau menghianati kibum hyung?”
“tidak”
“shit hyung ada apa denganmu? Kibum mengurung diri dikamar seharian dia terlalu memikirkanmu hyung , dia cemas kau tak menghubunginnya, apa kau benar-benar sudah tidak peduli lagi dengannya heum?”
Awalnnya minho tidak membenci sang leadernnya, namun setelah mengetahui hyung yang ia hormati menghianati sahabat cantiknnya ia tidak bisa diam, amarahnnya tiba-tiba meledak.
“aku kecewa padamu hyung, kau urusi semuannya sendiri,aku tidak akan membiarkan kibum menangis lagi karenamu hyung”
Laki-laki berkaki panjang itu beranjak dan meninggalkan jinki sendiri dengan pikirannya yang kosong, ia hanya bisa terdiam saat minho memarahinnya, memang semua benar apa yang dikatakan minho, bagaimana bisa ia menyangkalnnya. Namun satu hal yang ia ingin sangkal, ia masih peduli dan mencintai kim kibumnnya, namja cantiknnya, kesayangannya, namun keadaan yang mengharuskannya seperti ini.
“mianhe”

---------

“jongie hyung, bummie mau tidur bersama hyung ne”
“ne bummie, sekarang buka matamu dulu, kita menuju kamar hyung”
Jonghyun membopong tubuh kibum yang semakin kurus menuju kamarnnya, ia sengaja menjemput namja cantik ini yang tengah berpesta dengan sahabat 91linennya, ia tahu keadaan kibum sedang tidak baik-baik saja oleh karena itu ia selalu memantau dimana dan sengan siapa kibum berada, baginnya kibum adalah adik kecilnnya yang manis begitu juga taeminnie.
“minnie tolong bereskan ranjangmu, malam ini biar bummie tidur dikamar kita” intruksi jonghyun pada taemin yang mengintil dibelakang hyungnnya.
“ada apa dengan kibum?”
“onew hyung kau sudah pulang?”
Jinki tidak menjawab matannya masih cemas menatap keadaan kibum yang sangat kacau dalam papahan jonghyun, ia yang harusnnya berada di posisi jonghyun. Jangan lupakan amarah jonghyun pada leadernnya, ia bahkan memalingkan muka ketika matannya bertemu dengan mata tipis sang leader.
“aku lelah hyung” lirih kibum dengan suara seraknnya efek alkohol yang ia minum
“ne bummie kita kekamar”
Jinki menatap dengan lirih ketiga adiknnya yang seolah menjauhinnya, ia bisa menyadari tatapan membunuh dari jonghyun, ia memang pantas mendapat kemarahan dari adika-diknnya namun satu hal ia sangat merindukan namja cantik yang tampak terlihat rapuh itu. Ia ingin memeluk kesayangannya itu.
“shit...aku benar-benar merindukannya, aku bisa gila karena ini”
Jinki mengacak-acak rambutnnya dengan penuh amarah, ini memang semua kesalahannya, ia yang memutuskan untuk menjauhi namja cantik yang hampir 5 tahun ia pacari. Alasannya? Ia sangat mencintai kibum, tapi hubungan mereka sangat tidak benar, sama-sama berjenis kelamin laki-laki, ia hanya tidak ingin membuat kedua orang tuannya kecewa, bagaimana pun ia juga masih menyukai wanita.
“mianhe bummie, aku memang egois, kau berhak membenci laki-laki bodoh sepertiku”

----------

Jonghyun menatap wajah pucat milik namja cantik di sisih tubuhnnya, ia membiarkan kibum tidur seranjang dengannya, ia hanya tidak tega jika sewaktu-waktu kibum bermimpi buruk tidak ada siapapun disisinnya, ia sangat tahu keadaan namja cantik ini sangat tidak baik.
“jongie hyung”’
“hmm ada apa bummie?”
“aku tadi mendengar suara jinki hyung, apa dia sudah kembali?” jonghyun mengangguk
“ne dia sudah pulang, tapi aku tidak mengijinkanmu bertemu dengannya”
“’aku tidak mau bertemu dengannya, aku sangat membencinnya” kibum kembali terisak, di saat dirinnya mabuk seperti ini bahkan ia masih bisa menangisi namja bodoh itu, ia merutuki dirinnya yang tidak bisa berpura-pura tegar.
“kau berhak membencinnya, sekarang tidur dulu ne” ucap jonghyun seraya menghapus air mata kibum, ia menyelimuti tubuhnnya dan kibum hingga dada.
“tidurlah bummie”
Kibum semakin merapatkan tubuhnnya pada dekapan jonghyun, untuk sedetik saja ia ingin merasakan kedamaian. Meskipun tanpa jinkinnya.
-------
 Meskipun hatinnya kacau kibum tidak akan membiarkan member-membernnya melewatkan sarapan paginnya, meskipun saat ini seluruh badannya terasa lemas, mungkin saja matannya saat ini membengkak karena kebanyakan menangis. Tiba-tiba saja ia teringat berita di televisi itu, hatinnya lagi-lagi mencolos, hampir saja ia menangis namun sekuat tenaga ia menahannya. Ia tidak ingin moodnnya menadi buruk lagi.
“semangat kibum, aish hampir saja nasi gorengnnya gosong” ia segera mematikan kompor dan menaruh nasi goreng ke wadah yang sudah ia sediakan, terlalu banyak melamun hampir saja nasi gore telur yang tengah ia buat gosong.
“rasannya lumayan” gumannya setelah mencicipi rasa makanannya sendiri. Namun tanpa ia sadari, sesosok namja memperhatikan setiap gerak-geriknnya sedari tadi dengan bersandar di sisi kulkas. Kibum belum menghadari keberadaan namja tampan itu, ia masih sibuk membereskan bekas-bekas memasaknnya.
“ah selesai, aku harus membangunkan mere..”
Tidak dapat melanjutkan kalimatnnya, ia terlalu terkejut dengan kehadiran namja tampan di hadapannya. Ia tidak dapat menampik ia ingin menangis, ia ingin memeluk namja tampan ini, tapi itu susah paya ia menahannya, ia tidak ingin menunjukan betapa lemah dirinnya dihadapan namja yang sudah melukainnya.
Baik jinki dan kibum keduannya begitu cangung, mereka hanya saling berpandangan, tidak ada kata-kata yang keluar di mulut mereka masing-masing, jinki sangat menahan diri untuk tidak menarik tubuh lemah itu kedalam dekapannya, ia merasah tidak pantas melakukannya sudah begitu banyak luka yang ia buat pada namja cantiknnya, shit bahkan ia sudah tidak pantas mengangap dirinnya pemilik kibum.
“aku akan membangunkan member lainn-nya” pamit kibum, jinki mengangguk
Kibum hanya tidak tahan jika terlalu lama bertatapan dengan namja tampan itu, ia takut perasaannya akan semakin tumbuh, dan pada akhirnnya semakin dia tersiksa saat namja tampannya itu meninggalkannya. Susah paya ia mengigit-gigit kecil bibirnnya agar tidak menangis, namun salah air mata itu jatuh juga ia benar-benar merasa lemah sekarang, salah satu sumber kebahagiaannya hilang, disini mungkin hanya dirinnya yang menderita, sedai awal hubungannya dengan jinki, hanya dirinnya yang merasakan kecemburuan, hanya dirinnya yang cemas jika jinki dengan yang lainnya, hanya dirinnya yang selalu menangis. Jadi memang sudah saatnnya ia melepaskan namja tampannya itu.
 End


Tidak ada komentar:

Posting Komentar