ONKEY – CONFUSION
Tittle : Confusion
Author :Hetty Pratiwi
Genre : Angst
Cast : Always Onkey
Aku gak tahu nulis apa, aku gak
terlalu bisa nulis, tapi karena aku lagi galau karena onkey jadi pingin nulis,
ini bener-bener kacau kata-katannya gak beraturan, bener-bener gak sesuai EYD,
alurnnya kecepatan, dan satu lagi banyak typo.
Ini kita ceritannya flashback ke 3
tahun yang lalu, saat jinki ketangkap lagi kencan sama tante jung ah after
school. Iihhh sebel yaaa hmmmm....
oke happy reading
Pagi-pagi sekali salah
satu namja tercantik di dorm SHINee terbangun ditengah tidur cantiknnya, ia
masih menggunakan piyama pink bergambar hello kittynnya yang super cute. Ia
melirik kamar disebelahnnya, lebih tepatnnya kamar sang namja tampannya.
‘apa ia sudah pulang?’
gumannya sembari tetap menatap kamar itu dengan pikiran yang melayang-layang,
ia cemas mengingat sedari malam namja tampannya itu tak juga kunjung pulang.
Namun ia selalu berfikiran positif jika pacarnnya itu tengah sibuk dengan
dramannya itu. Namun bagaimanapun rasa cemas itu selalu ada.
“hyung, kau sudah
bangun?”
Suara sang magnae
membuyarkan lamunanya akan namja tampannya itu, yang akhir-akhir ini selalu
menghantui pikirannya.
“kau sudah bangun
rupannya?” tanyannya dibalas angukan dari sang magnae super imut itu
“aku lapar hyung, apa
hyung sedang membuat makanan?”
“hyung baru akan
memasak taeminnie, dikulkas sepertinnya masih ada kimchi, makanlah itu terlebih
dahulu untuk menganjal perutmu” tutur kibum sementara sang magnae tampak mengelengkan
kepalannya.
“aku akan menunggu
masakan hyung saja”
“ya sudah, oh iya
minnie apa hyung tertuamu sudah pulang?” tamin sedikit bingung dengan kata
‘hyung tertua’ apa yang dimaksud jinki hyung? Bisa saja?
“jinki hyung?” kibum
mengangguk
“sepertinnya aku tidak
tahu, aku baru pulang pukul 1 malam, lebih baik kau cek kamarnnya saja hyung,
kau kan kekasihnnya” tukasnnya seraya menggoda sang hyung dengan menekankan
kata ‘kekasihnnya’
“sudahlah, mungkin ia
masih ingin tidur bukankah ia tidak ada jadwal hari ini”
“mollayo hyung,
cepatlah memasak aku lapar”
“kau ini, yah
tunggulah, siapa yang muruh tidak memakan kimci itu heum”
“jangan mengoceh hyung,
cerewet sekali, aku lapar pokoknnya”
Kibum mendesah pelan
magnaennya satu ini memang paling tidak bisa menahan laparnnya, adi ia putuskan
membuat makanan sederhana saja, nasi goreng beijing. Lagi pula di dalam kulkas
hanya ada kimci, tomat dan sawi. Makanan sederhana apapun jika di oleh tangan
kim kibum akan menjadi makanan yang mewah.
-------
Seharian ini pikiran
kibum dipusingkan dengan sosok lee jinki,pasalnnya nama tampan kekasihnnya itu
sedari malam hingga menjelang pagi hingga sorennya tidak memunculkan batang
hidungnnya. Kemana kah? Ia menjadi semakin khawatir?
“dubu kau tidak
pulang?apa bersama wanita itu?” anggap saja namja cantik ini cengeng, ia memang
laki-laki yang sensitif, ia sangat mudah menangis. Ia bahkan sering mnangis
karena terlalu memikirkan namja tampannya.
“kau bahkan sering
saling balas-membalas ditwiter bersama
noona itu,apa maumu lee jinki babo, jeongmal baboya, kau tahu aku sangat
membencimu, kau sudah membuatku kacau seperti ini huks huks halmoni aku
merindukanmu”
Pada saat seperti
inilah ia sangat merindukan neneknnya yang berada di daegu, nenek yang sangat
dekat dengannya, ia selalu nyaman menceritakan hal-hal apapun pada sang nenek
kcuali dengan urusan asmarannya dengan leader SHINee, ia tidak mau membuat sang
nenek terkaget dan terkena serangan jantung akibat ceritannya, ia masih
merahasiakan hal ini pada seluruh dunia kecuali sang member lainnya.
“aku bukan wanita, aku
memang tak pantas untukmu lee jinki, sepertinnya hanya aku yang menderita di
sini, hanya aku yang punya perasaan itu”
Tangisnnya semakin
pecah, matannya sembab, hidungnnya memerah, sangat terlihat kacau untuk ukuran
si diva cantik ini. namun ia tidak peduli akan hal itu, yang ia butuhkan hanya
menangis menguras seluruh rasa sesak didadannya yang sudah lama ia pendam,
hatinnya begitu terluka, ia hanya ingin kejujuran jinki, kehadiran jinkinnya
agar hatinnya merasa tenang.
Sementara ketiga member
lainnya masih asyik di ruang tamu, dengan menyalakan televisi mereka, meskipun
begitu baik jonghyun,minho dan taemin sangat menghawatirkan keadaann sang
leader yang tak kunjung menampakan hidungnnya. Apalagi setelah membuat sarapan
sang diva yang merupakan istri sang leader tak kunjung keluar dari kamar
sempitnnya itu. Mereka bertiga sangat menghawatirkan kedua orang yang menjadi
umma dan appa di SHINee.
“taeminnnie kau kan
namja cantik juga sama seperti ummamu itu, mungkin kau bisa lebih paham
perasaan kibum” ucap jonghyun tiba-tiba pada sang magnae yang menandarkan
tubuhnnya dalam dekapan sang kekasih, choi minho.
“aku sudah membujuknnya
hyung, kunci kamar hey hyung terkunci, sudahlah sepertinnya ia mengalami
masa-masa galau” balasnnya
Jonghyun hanya
mengangguk paham, ia sendiri memang sangat dekat dengan namja cantik itu, tapi
saat ini ia tidak bisa menganggu key yang sudah ia angap sebagai adiknnya
sendiri. Demi apapun ia sangat cemas dengan kibumnnya yang selalu ceria.
“hyungdeul bukankah itu
onew hyung? Dengan siapa dia?”
Mata namja tampan yang
juga tengah menyaksikan telivisi melotot seketika, pasalnnya televisi itu
menampilkan berita sang leader yang tengah tertangkap sedang keluar dari
restoran bersama seorang wanita cantik yang sangat mereka kenal, jung ah after
school. Tak hanya itu dalam foto itu menampakan kduannya duduk dalam satu
mobil, dengan wajah jinki yang merona.
“shit..apa-apan namja
tua itu,benar-benar keterlaluan, jangan biarkan kibum mengetahuin hal ini” amarah jonghyun meledak setellah mengetahui
alasan sang leader tidak pulang, ia merasa kasihan dengan adik cantiknnya yang
sampai sekarang masih mengurung diri di dalam kamar akibat terlalu mencemaskan
namja idiotnnya itu.
“kibum pernah
mengetahui percakapan jinki hyung dan jung ah noona di twiter, apa kalian yakin
kibum tak mencurigai jinki hyung selama ini?”
“sudahlah minho hyung,
sekarang yang terpenting kita harus merahasiakan ini dari kibum hyung, aku
takut dia semakin terluka”
Tanpa mereka sadari
namja cantik yang diam-diam keluar dari kamarnnya mendengar pembicaraan ketiga
membernnya, ia bahkan sempat melihat foto-foto sang kekasihnnya bersama seorang
wanita di televisi itu. Ia tidak menangis, namun jangan salahkan hatinnya yang
terasa begitu nyeri,sakit, seakan ingin meledak. Mungkinkah ia sudah hancur? Ia
memang tidak hancur tapi separuh hatinnya seolah menghilang.
--------
“aku pulang?”
Sesosok namja tampang
dengan perawakan tinggi, bermata tipis memasuki dorm dengan perasaan was-was,
apalagi keadaan dorm yang tampak sepi membuat hatinnya semakin kalang kabut. Ia
menyesali hapennya tertinggal di rumah sehingga tidak dapat menghubungi para
membernnya, ia sangat yakin keempat adiknnya sangat khawatir. Jangan lupakan
berita yang beredar di internet, televisi dan majalah-majalah, itu membuatnnya
semakin frustasi, dipikirannya bagaimana mungkin mereka para netizen selalu
mengetahui keberadaannya, benar-benar rasannya ia ingin marah tapi bagaimana
bisa?
“shit..berita sialan,
aku jadi merasa tidak enak dengan jung ah noona” gumannya sembari melangkah ke
konter dapur, mengambil sebotol minuman di dalam kulkas dan meneguknnya dengan
cepat, sedikit merasa lelah.
“kau sudah pulang
hyung?”
Sebuah suara berat
milik member termuda keduannya membuatnnya sedikit terkaget, dengan segera
mengembalikan botol minuman yang ia pegang kedalam kolkas.
“kau baru pulang?”
tanyannya basa-basi
“iya aku baru saja
menghadiri premeir sebuah film, kau baru pulang hyung?” jinki mengangguk.
Keduannya berjalan menuju ruang tengah dan mendudukan diri pada sofa yang
tersedia.
“kau dari mana saja
hyung? Kenapa tidak mengabari kami?”
Akhirnnya pertanyaan
yang sedari minho simpan berhasil ia keluarkan, ia sedikit merasa kesal dengan
leadernnya ini.
“mianhe aku bermalam di
rumah kemarin,, masalah aku tidak mengabari kalian, aku melupakan keberadaan
handponeku, mianhe”
“lalu kabar di televisi
itu? Kau bersama jung ah noona? Apa itu benar?”
Jinki mengangguk
“aku memang melakukan
kencan dengannya, aku tahu pasti kalian sangat terkejut dengan hal ini, mianhe”
“kau menghianati kibum
hyung?”
“tidak”
“shit hyung ada apa
denganmu? Kibum mengurung diri dikamar seharian dia terlalu memikirkanmu hyung
, dia cemas kau tak menghubunginnya, apa kau benar-benar sudah tidak peduli
lagi dengannya heum?”
Awalnnya minho tidak
membenci sang leadernnya, namun setelah mengetahui hyung yang ia hormati
menghianati sahabat cantiknnya ia tidak bisa diam, amarahnnya tiba-tiba
meledak.
“aku kecewa padamu
hyung, kau urusi semuannya sendiri,aku tidak akan membiarkan kibum menangis
lagi karenamu hyung”
Laki-laki berkaki
panjang itu beranjak dan meninggalkan jinki sendiri dengan pikirannya yang
kosong, ia hanya bisa terdiam saat minho memarahinnya, memang semua benar apa
yang dikatakan minho, bagaimana bisa ia menyangkalnnya. Namun satu hal yang ia
ingin sangkal, ia masih peduli dan mencintai kim kibumnnya, namja cantiknnya,
kesayangannya, namun keadaan yang mengharuskannya seperti ini.
“mianhe”
---------
“jongie hyung, bummie
mau tidur bersama hyung ne”
“ne bummie, sekarang
buka matamu dulu, kita menuju kamar hyung”
Jonghyun membopong
tubuh kibum yang semakin kurus menuju kamarnnya, ia sengaja menjemput namja
cantik ini yang tengah berpesta dengan sahabat 91linennya, ia tahu keadaan
kibum sedang tidak baik-baik saja oleh karena itu ia selalu memantau dimana dan
sengan siapa kibum berada, baginnya kibum adalah adik kecilnnya yang manis
begitu juga taeminnie.
“minnie tolong bereskan
ranjangmu, malam ini biar bummie tidur dikamar kita” intruksi jonghyun pada
taemin yang mengintil dibelakang hyungnnya.
“ada apa dengan kibum?”
“onew hyung kau sudah
pulang?”
Jinki tidak menjawab
matannya masih cemas menatap keadaan kibum yang sangat kacau dalam papahan
jonghyun, ia yang harusnnya berada di posisi jonghyun. Jangan lupakan amarah
jonghyun pada leadernnya, ia bahkan memalingkan muka ketika matannya bertemu
dengan mata tipis sang leader.
“aku lelah hyung” lirih
kibum dengan suara seraknnya efek alkohol yang ia minum
“ne bummie kita
kekamar”
Jinki menatap dengan
lirih ketiga adiknnya yang seolah menjauhinnya, ia bisa menyadari tatapan
membunuh dari jonghyun, ia memang pantas mendapat kemarahan dari adika-diknnya
namun satu hal ia sangat merindukan namja cantik yang tampak terlihat rapuh
itu. Ia ingin memeluk kesayangannya itu.
“shit...aku benar-benar
merindukannya, aku bisa gila karena ini”
Jinki mengacak-acak
rambutnnya dengan penuh amarah, ini memang semua kesalahannya, ia yang
memutuskan untuk menjauhi namja cantik yang hampir 5 tahun ia pacari.
Alasannya? Ia sangat mencintai kibum, tapi hubungan mereka sangat tidak benar,
sama-sama berjenis kelamin laki-laki, ia hanya tidak ingin membuat kedua orang
tuannya kecewa, bagaimana pun ia juga masih menyukai wanita.
“mianhe bummie, aku
memang egois, kau berhak membenci laki-laki bodoh sepertiku”
----------
Jonghyun menatap wajah
pucat milik namja cantik di sisih tubuhnnya, ia membiarkan kibum tidur
seranjang dengannya, ia hanya tidak tega jika sewaktu-waktu kibum bermimpi
buruk tidak ada siapapun disisinnya, ia sangat tahu keadaan namja cantik ini
sangat tidak baik.
“jongie hyung”’
“hmm ada apa bummie?”
“aku tadi mendengar
suara jinki hyung, apa dia sudah kembali?” jonghyun mengangguk
“ne dia sudah pulang,
tapi aku tidak mengijinkanmu bertemu dengannya”
“’aku tidak mau bertemu
dengannya, aku sangat membencinnya” kibum kembali terisak, di saat dirinnya
mabuk seperti ini bahkan ia masih bisa menangisi namja bodoh itu, ia merutuki
dirinnya yang tidak bisa berpura-pura tegar.
“kau berhak
membencinnya, sekarang tidur dulu ne” ucap jonghyun seraya menghapus air mata
kibum, ia menyelimuti tubuhnnya dan kibum hingga dada.
“tidurlah bummie”
Kibum semakin
merapatkan tubuhnnya pada dekapan jonghyun, untuk sedetik saja ia ingin
merasakan kedamaian. Meskipun tanpa jinkinnya.
-------
Meskipun hatinnya kacau kibum tidak akan
membiarkan member-membernnya melewatkan sarapan paginnya, meskipun saat ini
seluruh badannya terasa lemas, mungkin saja matannya saat ini membengkak karena
kebanyakan menangis. Tiba-tiba saja ia teringat berita di televisi itu,
hatinnya lagi-lagi mencolos, hampir saja ia menangis namun sekuat tenaga ia
menahannya. Ia tidak ingin moodnnya menadi buruk lagi.
“semangat kibum, aish
hampir saja nasi gorengnnya gosong” ia segera mematikan kompor dan menaruh nasi
goreng ke wadah yang sudah ia sediakan, terlalu banyak melamun hampir saja nasi
gore telur yang tengah ia buat gosong.
“rasannya lumayan”
gumannya setelah mencicipi rasa makanannya sendiri. Namun tanpa ia sadari,
sesosok namja memperhatikan setiap gerak-geriknnya sedari tadi dengan bersandar
di sisi kulkas. Kibum belum menghadari keberadaan namja tampan itu, ia masih
sibuk membereskan bekas-bekas memasaknnya.
“ah selesai, aku harus
membangunkan mere..”
Tidak dapat melanjutkan
kalimatnnya, ia terlalu terkejut dengan kehadiran namja tampan di hadapannya.
Ia tidak dapat menampik ia ingin menangis, ia ingin memeluk namja tampan ini,
tapi itu susah paya ia menahannya, ia tidak ingin menunjukan betapa lemah
dirinnya dihadapan namja yang sudah melukainnya.
Baik jinki dan kibum
keduannya begitu cangung, mereka hanya saling berpandangan, tidak ada kata-kata
yang keluar di mulut mereka masing-masing, jinki sangat menahan diri untuk
tidak menarik tubuh lemah itu kedalam dekapannya, ia merasah tidak pantas
melakukannya sudah begitu banyak luka yang ia buat pada namja cantiknnya, shit
bahkan ia sudah tidak pantas mengangap dirinnya pemilik kibum.
“aku akan membangunkan
member lainn-nya” pamit kibum, jinki mengangguk
Kibum hanya tidak tahan
jika terlalu lama bertatapan dengan namja tampan itu, ia takut perasaannya akan
semakin tumbuh, dan pada akhirnnya semakin dia tersiksa saat namja tampannya
itu meninggalkannya. Susah paya ia mengigit-gigit kecil bibirnnya agar tidak
menangis, namun salah air mata itu jatuh juga ia benar-benar merasa lemah
sekarang, salah satu sumber kebahagiaannya hilang, disini mungkin hanya
dirinnya yang menderita, sedai awal hubungannya dengan jinki, hanya dirinnya
yang merasakan kecemburuan, hanya dirinnya yang cemas jika jinki dengan yang
lainnya, hanya dirinnya yang selalu menangis. Jadi memang sudah saatnnya ia
melepaskan namja tampannya itu.
End

