Selasa, 16 Juni 2015

ONKEY – CONFUSION (YAOI)



ONKEY – CONFUSION

Tittle : Confusion
Author :Hetty Pratiwi
Genre : Angst
Cast : Always Onkey



Aku gak tahu nulis apa, aku gak terlalu bisa nulis, tapi karena aku lagi galau karena onkey jadi pingin nulis, ini bener-bener kacau kata-katannya gak beraturan, bener-bener gak sesuai EYD, alurnnya kecepatan, dan satu lagi banyak typo.
Ini kita ceritannya flashback ke 3 tahun yang lalu, saat jinki ketangkap lagi kencan sama tante jung ah after school. Iihhh sebel yaaa hmmmm....

oke happy reading





Pagi-pagi sekali salah satu namja tercantik di dorm SHINee terbangun ditengah tidur cantiknnya, ia masih menggunakan piyama pink bergambar hello kittynnya yang super cute. Ia melirik kamar disebelahnnya, lebih tepatnnya kamar sang namja tampannya.
‘apa ia sudah pulang?’ gumannya sembari tetap menatap kamar itu dengan pikiran yang melayang-layang, ia cemas mengingat sedari malam namja tampannya itu tak juga kunjung pulang. Namun ia selalu berfikiran positif jika pacarnnya itu tengah sibuk dengan dramannya itu. Namun bagaimanapun rasa cemas itu selalu ada.
“hyung, kau sudah bangun?”
Suara sang magnae membuyarkan lamunanya akan namja tampannya itu, yang akhir-akhir ini selalu menghantui pikirannya.
“kau sudah bangun rupannya?” tanyannya dibalas angukan dari sang magnae super imut itu
“aku lapar hyung, apa hyung sedang membuat makanan?”
“hyung baru akan memasak taeminnie, dikulkas sepertinnya masih ada kimchi, makanlah itu terlebih dahulu untuk menganjal perutmu” tutur kibum sementara sang magnae tampak mengelengkan kepalannya.
“aku akan menunggu masakan hyung saja”
“ya sudah, oh iya minnie apa hyung tertuamu sudah pulang?” tamin sedikit bingung dengan kata ‘hyung tertua’ apa yang dimaksud jinki hyung? Bisa saja?
“jinki hyung?” kibum mengangguk
“sepertinnya aku tidak tahu, aku baru pulang pukul 1 malam, lebih baik kau cek kamarnnya saja hyung, kau kan kekasihnnya” tukasnnya seraya menggoda sang hyung dengan menekankan kata ‘kekasihnnya’
“sudahlah, mungkin ia masih ingin tidur bukankah ia tidak ada jadwal hari ini”
“mollayo hyung, cepatlah memasak aku lapar”
“kau ini, yah tunggulah, siapa yang muruh tidak memakan kimci itu heum”
“jangan mengoceh hyung, cerewet sekali, aku lapar pokoknnya”
Kibum mendesah pelan magnaennya satu ini memang paling tidak bisa menahan laparnnya, adi ia putuskan membuat makanan sederhana saja, nasi goreng beijing. Lagi pula di dalam kulkas hanya ada kimci, tomat dan sawi. Makanan sederhana apapun jika di oleh tangan kim kibum akan menjadi makanan yang mewah.

-------

Seharian ini pikiran kibum dipusingkan dengan sosok lee jinki,pasalnnya nama tampan kekasihnnya itu sedari malam hingga menjelang pagi hingga sorennya tidak memunculkan batang hidungnnya. Kemana kah? Ia menjadi semakin khawatir?
“dubu kau tidak pulang?apa bersama wanita itu?” anggap saja namja cantik ini cengeng, ia memang laki-laki yang sensitif, ia sangat mudah menangis. Ia bahkan sering mnangis karena terlalu memikirkan namja tampannya.
“kau bahkan sering saling balas-membalas  ditwiter bersama noona itu,apa maumu lee jinki babo, jeongmal baboya, kau tahu aku sangat membencimu, kau sudah membuatku kacau seperti ini huks huks halmoni aku merindukanmu”
Pada saat seperti inilah ia sangat merindukan neneknnya yang berada di daegu, nenek yang sangat dekat dengannya, ia selalu nyaman menceritakan hal-hal apapun pada sang nenek kcuali dengan urusan asmarannya dengan leader SHINee, ia tidak mau membuat sang nenek terkaget dan terkena serangan jantung akibat ceritannya, ia masih merahasiakan hal ini pada seluruh dunia kecuali sang member lainnya.
“aku bukan wanita, aku memang tak pantas untukmu lee jinki, sepertinnya hanya aku yang menderita di sini, hanya aku yang punya perasaan itu”
Tangisnnya semakin pecah, matannya sembab, hidungnnya memerah, sangat terlihat kacau untuk ukuran si diva cantik ini. namun ia tidak peduli akan hal itu, yang ia butuhkan hanya menangis menguras seluruh rasa sesak didadannya yang sudah lama ia pendam, hatinnya begitu terluka, ia hanya ingin kejujuran jinki, kehadiran jinkinnya agar hatinnya merasa tenang.


Sementara ketiga member lainnya masih asyik di ruang tamu, dengan menyalakan televisi mereka, meskipun begitu baik jonghyun,minho dan taemin sangat menghawatirkan keadaann sang leader yang tak kunjung menampakan hidungnnya. Apalagi setelah membuat sarapan sang diva yang merupakan istri sang leader tak kunjung keluar dari kamar sempitnnya itu. Mereka bertiga sangat menghawatirkan kedua orang yang menjadi umma dan appa di SHINee.
“taeminnnie kau kan namja cantik juga sama seperti ummamu itu, mungkin kau bisa lebih paham perasaan kibum” ucap jonghyun tiba-tiba pada sang magnae yang menandarkan tubuhnnya dalam dekapan sang kekasih, choi minho.
“aku sudah membujuknnya hyung, kunci kamar hey hyung terkunci, sudahlah sepertinnya ia mengalami masa-masa galau” balasnnya
Jonghyun hanya mengangguk paham, ia sendiri memang sangat dekat dengan namja cantik itu, tapi saat ini ia tidak bisa menganggu key yang sudah ia angap sebagai adiknnya sendiri. Demi apapun ia sangat cemas dengan kibumnnya yang selalu ceria.
“hyungdeul bukankah itu onew hyung? Dengan siapa dia?”
Mata namja tampan yang juga tengah menyaksikan telivisi melotot seketika, pasalnnya televisi itu menampilkan berita sang leader yang tengah tertangkap sedang keluar dari restoran bersama seorang wanita cantik yang sangat mereka kenal, jung ah after school. Tak hanya itu dalam foto itu menampakan kduannya duduk dalam satu mobil, dengan wajah jinki yang merona.
“shit..apa-apan namja tua itu,benar-benar keterlaluan, jangan biarkan kibum mengetahuin hal ini”  amarah jonghyun meledak setellah mengetahui alasan sang leader tidak pulang, ia merasa kasihan dengan adik cantiknnya yang sampai sekarang masih mengurung diri di dalam kamar akibat terlalu mencemaskan namja idiotnnya itu.
“kibum pernah mengetahui percakapan jinki hyung dan jung ah noona di twiter, apa kalian yakin kibum tak mencurigai jinki hyung selama ini?”
“sudahlah minho hyung, sekarang yang terpenting kita harus merahasiakan ini dari kibum hyung, aku takut dia semakin terluka”
Tanpa mereka sadari namja cantik yang diam-diam keluar dari kamarnnya mendengar pembicaraan ketiga membernnya, ia bahkan sempat melihat foto-foto sang kekasihnnya bersama seorang wanita di televisi itu. Ia tidak menangis, namun jangan salahkan hatinnya yang terasa begitu nyeri,sakit, seakan ingin meledak. Mungkinkah ia sudah hancur? Ia memang tidak hancur tapi separuh hatinnya seolah menghilang.

-------- 

“aku pulang?”
Sesosok namja tampang dengan perawakan tinggi, bermata tipis memasuki dorm dengan perasaan was-was, apalagi keadaan dorm yang tampak sepi membuat hatinnya semakin kalang kabut. Ia menyesali hapennya tertinggal di rumah sehingga tidak dapat menghubungi para membernnya, ia sangat yakin keempat adiknnya sangat khawatir. Jangan lupakan berita yang beredar di internet, televisi dan majalah-majalah, itu membuatnnya semakin frustasi, dipikirannya bagaimana mungkin mereka para netizen selalu mengetahui keberadaannya, benar-benar rasannya ia ingin marah tapi bagaimana bisa?
“shit..berita sialan, aku jadi merasa tidak enak dengan jung ah noona” gumannya sembari melangkah ke konter dapur, mengambil sebotol minuman di dalam kulkas dan meneguknnya dengan cepat, sedikit merasa lelah.
“kau sudah pulang hyung?”
Sebuah suara berat milik member termuda keduannya membuatnnya sedikit terkaget, dengan segera mengembalikan botol minuman yang ia pegang kedalam kolkas.
“kau baru pulang?” tanyannya basa-basi
“iya aku baru saja menghadiri premeir sebuah film, kau baru pulang hyung?” jinki mengangguk. Keduannya berjalan menuju ruang tengah dan mendudukan diri pada sofa yang tersedia.
“kau dari mana saja hyung? Kenapa tidak mengabari kami?”
Akhirnnya pertanyaan yang sedari minho simpan berhasil ia keluarkan, ia sedikit merasa kesal dengan leadernnya ini.
“mianhe aku bermalam di rumah kemarin,, masalah aku tidak mengabari kalian, aku melupakan keberadaan handponeku, mianhe”
“lalu kabar di televisi itu? Kau bersama jung ah noona? Apa itu benar?”
Jinki mengangguk
“aku memang melakukan kencan dengannya, aku tahu pasti kalian sangat terkejut dengan hal ini, mianhe”
“kau menghianati kibum hyung?”
“tidak”
“shit hyung ada apa denganmu? Kibum mengurung diri dikamar seharian dia terlalu memikirkanmu hyung , dia cemas kau tak menghubunginnya, apa kau benar-benar sudah tidak peduli lagi dengannya heum?”
Awalnnya minho tidak membenci sang leadernnya, namun setelah mengetahui hyung yang ia hormati menghianati sahabat cantiknnya ia tidak bisa diam, amarahnnya tiba-tiba meledak.
“aku kecewa padamu hyung, kau urusi semuannya sendiri,aku tidak akan membiarkan kibum menangis lagi karenamu hyung”
Laki-laki berkaki panjang itu beranjak dan meninggalkan jinki sendiri dengan pikirannya yang kosong, ia hanya bisa terdiam saat minho memarahinnya, memang semua benar apa yang dikatakan minho, bagaimana bisa ia menyangkalnnya. Namun satu hal yang ia ingin sangkal, ia masih peduli dan mencintai kim kibumnnya, namja cantiknnya, kesayangannya, namun keadaan yang mengharuskannya seperti ini.
“mianhe”

---------

“jongie hyung, bummie mau tidur bersama hyung ne”
“ne bummie, sekarang buka matamu dulu, kita menuju kamar hyung”
Jonghyun membopong tubuh kibum yang semakin kurus menuju kamarnnya, ia sengaja menjemput namja cantik ini yang tengah berpesta dengan sahabat 91linennya, ia tahu keadaan kibum sedang tidak baik-baik saja oleh karena itu ia selalu memantau dimana dan sengan siapa kibum berada, baginnya kibum adalah adik kecilnnya yang manis begitu juga taeminnie.
“minnie tolong bereskan ranjangmu, malam ini biar bummie tidur dikamar kita” intruksi jonghyun pada taemin yang mengintil dibelakang hyungnnya.
“ada apa dengan kibum?”
“onew hyung kau sudah pulang?”
Jinki tidak menjawab matannya masih cemas menatap keadaan kibum yang sangat kacau dalam papahan jonghyun, ia yang harusnnya berada di posisi jonghyun. Jangan lupakan amarah jonghyun pada leadernnya, ia bahkan memalingkan muka ketika matannya bertemu dengan mata tipis sang leader.
“aku lelah hyung” lirih kibum dengan suara seraknnya efek alkohol yang ia minum
“ne bummie kita kekamar”
Jinki menatap dengan lirih ketiga adiknnya yang seolah menjauhinnya, ia bisa menyadari tatapan membunuh dari jonghyun, ia memang pantas mendapat kemarahan dari adika-diknnya namun satu hal ia sangat merindukan namja cantik yang tampak terlihat rapuh itu. Ia ingin memeluk kesayangannya itu.
“shit...aku benar-benar merindukannya, aku bisa gila karena ini”
Jinki mengacak-acak rambutnnya dengan penuh amarah, ini memang semua kesalahannya, ia yang memutuskan untuk menjauhi namja cantik yang hampir 5 tahun ia pacari. Alasannya? Ia sangat mencintai kibum, tapi hubungan mereka sangat tidak benar, sama-sama berjenis kelamin laki-laki, ia hanya tidak ingin membuat kedua orang tuannya kecewa, bagaimana pun ia juga masih menyukai wanita.
“mianhe bummie, aku memang egois, kau berhak membenci laki-laki bodoh sepertiku”

----------

Jonghyun menatap wajah pucat milik namja cantik di sisih tubuhnnya, ia membiarkan kibum tidur seranjang dengannya, ia hanya tidak tega jika sewaktu-waktu kibum bermimpi buruk tidak ada siapapun disisinnya, ia sangat tahu keadaan namja cantik ini sangat tidak baik.
“jongie hyung”’
“hmm ada apa bummie?”
“aku tadi mendengar suara jinki hyung, apa dia sudah kembali?” jonghyun mengangguk
“ne dia sudah pulang, tapi aku tidak mengijinkanmu bertemu dengannya”
“’aku tidak mau bertemu dengannya, aku sangat membencinnya” kibum kembali terisak, di saat dirinnya mabuk seperti ini bahkan ia masih bisa menangisi namja bodoh itu, ia merutuki dirinnya yang tidak bisa berpura-pura tegar.
“kau berhak membencinnya, sekarang tidur dulu ne” ucap jonghyun seraya menghapus air mata kibum, ia menyelimuti tubuhnnya dan kibum hingga dada.
“tidurlah bummie”
Kibum semakin merapatkan tubuhnnya pada dekapan jonghyun, untuk sedetik saja ia ingin merasakan kedamaian. Meskipun tanpa jinkinnya.
-------
 Meskipun hatinnya kacau kibum tidak akan membiarkan member-membernnya melewatkan sarapan paginnya, meskipun saat ini seluruh badannya terasa lemas, mungkin saja matannya saat ini membengkak karena kebanyakan menangis. Tiba-tiba saja ia teringat berita di televisi itu, hatinnya lagi-lagi mencolos, hampir saja ia menangis namun sekuat tenaga ia menahannya. Ia tidak ingin moodnnya menadi buruk lagi.
“semangat kibum, aish hampir saja nasi gorengnnya gosong” ia segera mematikan kompor dan menaruh nasi goreng ke wadah yang sudah ia sediakan, terlalu banyak melamun hampir saja nasi gore telur yang tengah ia buat gosong.
“rasannya lumayan” gumannya setelah mencicipi rasa makanannya sendiri. Namun tanpa ia sadari, sesosok namja memperhatikan setiap gerak-geriknnya sedari tadi dengan bersandar di sisi kulkas. Kibum belum menghadari keberadaan namja tampan itu, ia masih sibuk membereskan bekas-bekas memasaknnya.
“ah selesai, aku harus membangunkan mere..”
Tidak dapat melanjutkan kalimatnnya, ia terlalu terkejut dengan kehadiran namja tampan di hadapannya. Ia tidak dapat menampik ia ingin menangis, ia ingin memeluk namja tampan ini, tapi itu susah paya ia menahannya, ia tidak ingin menunjukan betapa lemah dirinnya dihadapan namja yang sudah melukainnya.
Baik jinki dan kibum keduannya begitu cangung, mereka hanya saling berpandangan, tidak ada kata-kata yang keluar di mulut mereka masing-masing, jinki sangat menahan diri untuk tidak menarik tubuh lemah itu kedalam dekapannya, ia merasah tidak pantas melakukannya sudah begitu banyak luka yang ia buat pada namja cantiknnya, shit bahkan ia sudah tidak pantas mengangap dirinnya pemilik kibum.
“aku akan membangunkan member lainn-nya” pamit kibum, jinki mengangguk
Kibum hanya tidak tahan jika terlalu lama bertatapan dengan namja tampan itu, ia takut perasaannya akan semakin tumbuh, dan pada akhirnnya semakin dia tersiksa saat namja tampannya itu meninggalkannya. Susah paya ia mengigit-gigit kecil bibirnnya agar tidak menangis, namun salah air mata itu jatuh juga ia benar-benar merasa lemah sekarang, salah satu sumber kebahagiaannya hilang, disini mungkin hanya dirinnya yang menderita, sedai awal hubungannya dengan jinki, hanya dirinnya yang merasakan kecemburuan, hanya dirinnya yang cemas jika jinki dengan yang lainnya, hanya dirinnya yang selalu menangis. Jadi memang sudah saatnnya ia melepaskan namja tampannya itu.
 End


(YAOI) ONKEY – JEALOUS



(YAOI) ONKEY – JEALOUS

Tittle : JEALOUS
Author : Hetty Pratiwi
Genre : Comedy-Romance (gagal)
Cast : Always Onkey

ini sebenarnnya udah aku post di wordpressku, berhubung lagi pingin bikin blog..jadi aku post disini juga haha...





.
.
.


Bagi seorang diva yang selalu bersinar dalam keadaan apapun, menunggu sesorang sama sekali bukanlah gayannya, biarpun itu kekasihnnya sendiri. Hal yang paling ia benci adalah menunggu, dan sudah sering sekali kekasih tampannya itu membuatnnya menunggu dikencan mereka, harusnnya tugas seme yang menunggu bukan? Ish ia merutuki dirinnya sendiri yang terlalu ingin bertemu namja tampannya dan berakhir dirinnya yang menunggu.


“awas saja kau old man babo, seenaknnya saja membuatku menunggu” rutuk key sembari mempotkan bibirnnya imut, ia tipe seorang yang gampang bosan, apalagi ia sendirian disini semakin membuatnnya merasa kesepian.

Tit..titt

Setelah sekian lama menunggu balasan dari namjannya, apalagi sudah puluhan message yang ia kirim pada kekasihnnya itu.

From : My nampyeon

‘mianhe yeoppo aku sedikit telat, aku harus menyelesaikan take terakhirku, aku segera datang, saranghae’

Sangat kesal sekali saat membaca balasan dari kekasihnnya itu, dengan segera ia mengetik sebuah balasan.

To : My nampyeon

‘AKU MEMBENCIMU KAU SUDAH MEMBUATKU MENUNGGU, KAU PASTI SEDANG BERSENANG-SENANG DENGAN LAWAN MAINMU ITU? POKOKNNYA AKU MEMBENCIMU’

Kibum mengambil nafas untuk mengontrol emosinnya, ia paling membenci sisi jinki yang sering ingkar janji. Rasannya ingin menangis saja.

“bahkan pesanku ia tidak membalasnnya, lebih baik aku kembali, aku tidak akan mau menunggunnya lagi” rutuknnya lagi dengan meninggalkan sebuah rumah makan tradisional yang memang tampak sepi, pemiliknnya adalah seorang selebritis yang juga menyimpang, sehingga ia membuat rumah makan yang memang sangat private bagi para selebritis yang sedang merahasiakan hubungannya. Beberapa pasangan selebritis yang sering berkunjung adalah yunjae, 2min dan lainnya. Tentunnya mereka harus mengabari terlebih dahulu sebelum berkunjung.

“apa onew ssi tidak jadi datang?” tanya seorang pria dengan kepala plontosnnya pada sosok cantik yang memakai mantel tebal ini yang memang terlihat sangat kesal.

“ia masih sibuk dengan syutingnnya, lebih baik aku pulang, jika dia kemari suruh membayar semua pesananku selama disini, aku pergi dulu hyung”

“moodmu sedang tidak baik, kau tunggulah dia”

“anniyo, aku sudah lelah menunggunnya, pokoknnya jangan beritahu dia kalau aku sudah pulang, biar dia kemari, aku sebal padannya”

“kalian ini seperti pasangan remaja saja, ya sudah kau berhat-hatilah kalau menyetir, jangan biarkan para netizen mengetahui keberadaanmu” kibum mengangguk dan memutuskan untuk tersenyum walau sedikit ia paksakan, moodnnya yang buruk mempengaruhi segalannya.

“oke hyung, sampai jumpa”

“iya hati-hati kibummie”

 

 

 

Sementara di tempat lain namja tampan yang tengah menyelesaikan adegan terakhirnnya dengan buru-buru ia mengendarai mobilnnya. Ia merutuki dirinnya yang tidak bisa tepat waktu, ia sangat yakin saat ini kekasih cantiknnya yang manja itu sedang marah.

Tit...Tit..

Oh shit bahkan demi cepat-cepat menyelesaikan syutingnnya ia sampai tidak smpat membalas puluhan pesan dari kekasihnnya. Sembari menyetir ia mmbuka handponennya.

From : Jung Yeop Hyung

‘Kibum baru saja pulang sepertinnya ia kesal sekali padamu, hampir satu jam ia berada disini, sebaiknnya kau cepat kembali kedorm’

To : Jung yeop Hyung

‘ne hyung, terima kasih atas informasinnya’

Ia memutar setirnnya berbelok arah menuju jalanan ke dormnnya, untung saja ia menyetir belum terlalu jauh. Oke yang terpenting sekarang, cepat kembali kedorm dan menjelaskan kesalah pahaman pada kesayangannnya yang tengah merajuk.

 

 

 

DORRR

Pintu dorm di tutup seseorang dengan begitu kerasnnya mengakibatkan ketiga lainnya yang tengah asyik dengan kegiatannya terusik. Jonghyun yang tengah memainkan iphone 6-nnya, 2min yang tengah bermain game, sepertinnya memang benar mood buruknnya sang diva mempengaruhi segalannya.

“ada apa dengannya, bukankah seharusnnya ia sedang bersama onew hyung?” minho hanya mengangkat bahunnya, ia terkadang tidak sepaham dengan diva SHINee itu.

“Bisa saja onew hyung tidak datang dan maka batalah kencan mereka” giliran member terpendek yang angkat bicara, memang ada benarnnya apa yang ia ucapkan.

“bisa saja hyung, melihat betapa menyeramkannya wajah key hyung tadi” tukas taemin sembari membayangkan wajah key yang sangat menyeramkan baginnya.

“Aku pulang”

“hyung apa kalian batal kencan?” cerocos taemin pada jinki sesaat namja tampan itu mendudukan diri di sofa dekat jonghyun yang masih asyik dengan i-phonennya.

“aku terlamabat, oh iya apa kibum sudah kembali?” tanyannya dengan menatap ketiga membernnya.

“dia di kamar hyung, moodnnya sedang buruk” balas jonghyun namun matannya tetap tidak teralihkan dari layar i-phonennya, entah apa yang sedang di lakukanny.

“sebaiknnya kau cepat menemuinnya hyung, kucing nakal itu sepertinnya sedang mengamuk”

“yah kau benar minho, aku harus segera menemuinnya”

 

 

Entah sudah seperti apa kamar sempit milik namja cantik ini, bantak, guling, boneka berceceran di lantai, jangan lupakan lantai yang sudah pnuh dengan tisu. Sepertinna sang diva kita satu ini memang sedang dalam mood terburuknnya, dan yang bisa membuat moodnnya kembali baik hanya satu, kekasihnnya.

“pokoknnya aku sangat membenci old man baboya itu, seenaknnya saja ia membiarkanku menunggu lama sementara dirinnya enak-enakan bermesraan dengan lawan mainnya itu huks huks” celotehnnya dengan isakan yang semakin keras, tangannya tak hentinnya memukuli boneka kelinci hadiah dari sang kekasih.

Tok..tok..

“sayang, kau di dalam? Boleh aku masuk?”

ia bisa mendengar suara kekasihnnya itu di depan pintu kamarnnya, ia menghapus sisa-sisa air matannya untuk apa ia menangisi namja babo itu.

“sayang aku masuk ne”

Ceklek

Tampa menunggu persetujuan dari namja cantiknnya ia memasuki kamar yang tak lagi terlihat rapi, ia menghela nafas rupannya dugaannya benar, namja cantiknnya sedang uring-uringan dan korbannya adalah tisu-tisu, guling,boneka, guling yang berceceran di lantai. Bahkan ia melihat kekasih cantiknnya memalingkan wajah ketika mata sipitnnya bertemu dengan mata kitty itu. Ia menghampiri tubuh ringkih itu, memeluk tubuh itu dengan erat, ia bisa merasakan isakan kecil dari kesayangannya. Meskipun ada penolakan dari key, jinki tidak melepaskan pelukannya.

“maafkan aku sayang, aku janji tidak akan mengulanginnya lagi” bisiknnya dengan lembut, ia hanya ingin membuat kesayangannya tenang, dan tidak memikirkan hal-hal aneh tentangnnya, pasalnnya kekasih cantiknnya ini sangat pencemburu.

“aku membencimu jadi lepaskan aku” teriak key dengan berusaha melepaskan dekapan namjannya, jujur saja ia ingin tetap dalam posisi seperti ini, tapi mengingat ia masih marah pada namjannya sehingga tidak elit jika ia menikmati pelukan namjannya.

“kau tahu aku bekerja juga untukmu, aku ingin membuatmu bangga dengan kerja kerasku, jadi jangan pernah berfikiran aku akan meninggalkanmu, arasso”

“aku benci saat kau bersikap lembut dengan wanita-wanita centil yang berusaha mendekatimu itu, apalagi kau sering berbalas pesan di twitter bersama jung ah noona, aku tidak suka” rajuknnya dengan memainkan kerah kemeja namja tampannya, jujur saja ia memang tidak bisa lama-lama marah dengan kekasihnnya.

"aku dan jung ah noona hanya berteman, Kemari kan ponselmu,bummie " ujar jinki sembari menatap lembut mata kitty kibum. Bibir kibum mempout, tidak mengerti kenapa jinki meminta ponselnya. kibum merogoh saku celana jeansnya. Memberikan ponselnya pada jinki yang tersenyum lebar setelah menerimanya.

"Apa yang akan dubu lakukan dengan ponsel bummie?" Pertanyaan polos yang seperti melupakan kekesalannya ini langsung meluncur dari bibir imut kim kibum.

jinki menyimpan ponsel kekasihnya itu ke dalam saku celananya, ia mengambil ponselnya dan memberikan pada kibum yang melongo hebat.

"Kau bisa membalas sesukamu pesan yang ada dan mengangkat telpon siapa saja yang masuk, mulai hari ini kita bertukar ponsel," ujar kibum sambil tersenyum lebar.

kibum membesarkan matanya, tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Segala perasaan yang tadi dirasakannya pun musnah terganti dengan kesenangan tak terkira. Buru-buru kibum menyimpan ponsel milik jinki. Senyuman lebar tersungging di bibirnya.

"dubu, tidak akan marahkan kalau bummie membalas pesan yang masuk dan..."

"Tidak akan, sayang."

"Tapi bagaimana jika lee soman seongsaenim menelpon dubu atau.."

"Aku akan bilang bahwa bertukar ponsel dengan si bummie," sela jinki yang sangat mengerti arah pikiran kibum.

“bummie boleh kan membalas pesan wanita-wanita itu” jinki mengangguk dan mengusap rambut kibum dengan lembut.

Kibum tiba-tiba mengambil ponsel jinki yang tadi disimpan di saku celanannya, ia menyalakan screen ponsel kecintaannya itu, hatinnya berdebar-debar. Jinki yang melihat tingkah lucu mengemaskan kekasihnnya hanya diam, menunggu apa yang akan dilakukan kekasihnnya dengan ponselnnya itu.

“dubu wae?” protes kibum seraya mepoutkan bibir cherrynnya imut, ia memperlihatkan layar ponsel itu kehadapan kekasihnnya.

“kenapa foto kucing lagi yang menjadi wallpapermu dubu, ini tidak adil bagi bummie yang menggunakan foto dubu di ponsel bummie”

Ia merasah kesal karena bukan foto dirinnya yang jinki pajang di layar ponselnnya, apa jinki malu mengakui jika dirinnya adalah kekasihnnya.

“bukankah kucing adalah dirimu bummie, tiap melihat kucing aku selalu mengingatmu” jinki terkekeh seraya menggoda kekasih cantiknnya yang tengah merajuk ini, namun rasannya tidak mempan.

“aku bukan kucing” protesnnya

“iya aku tahu, nanti aku akan menganti dengan fotomu yang paling sexy”

“dubu tidak lucu”

“ne arasso cantik sudah jangan cemberut lagi, kau tidurlah hyung mandi dulu ne” kibum mengangguk patuh. Jinki merasa gemas tak  tahan untuk tidak mencubit pipi putih itu. Sang empunnya hanya bisa mempoutkan bibirnnya imut.

“dubu bolehkan kalau aku membalas pesan-pesanmu?”

“iya sayanku kau boleh balas sesuka hatimu, mulai sekarang kita bertukan ponsel, arasso”

“ne dubu”

“aku kekamar dulu ne, kau tidurlah” kibum mengangguk, sebelum mninggalkan kamar kibum ia tak lupa mencium dahi kesayangannya.

“goodnight sweetheart”

“good night dubu”

Seusai sepeninggal kekasihnnya, matannya kembali teralih keponsel yang sedang digengamnnya, ia memang sedikit kecewa sebab bukan fotonnya yang menjadi wallpaper ponsel kekasihnnya, ia sangat kesal. Hingga ia putuskan untuk membuka pesan yang masuk, namun nihil tidak ada satu pun pesan darinnya yang menghiasi kotak masuk kekasihnnya, sepertinnya jinki memang sudah menghapus seluruh pesan yang masuk ke ponselnnya. Ia sangat kesal sekali. Namun tak lama sebuah pesan masuk, sebuah nama yang sangat ia kenal menghiasi layar ponsel kekasihnnya.

‘JungAh Noona’

Oh shit..wanita yang menjadi musuh besarnnya ini memang senang mengoda kekasihnnya, ia melirik jam dinding di kamarnnya, 00.00 bagaimana mungkin seorang wanita mnghubungi seorang pria di tengah malam seperti ini. dengan segera ia membuka dan membaca pesan dari musuhnnya itu.

‘jinki, jangan lupa follow akun instagramku ne, good night’

Aish wanita tua ini memang sangat kecentilan, bagaimana bisa ia meminta laki-laki untuk memfollownnya sepertinnya harga diri wanita ini sangat rendah, rutuk kibum dalam hati. Ia sangat kesal bukan main, dengan segera ia mengetikan sebuah balasan untuk wanita itu.

‘aku tidak ada waktu untuk memfollowmu noona’ sedikit pelajaran untuk wanita tua itu, seenaknnya saja menyuruh namjannya untuk memfollownnya.

Tit..tit

Sebuah pesan kembali masuk, ada sebuah pesan dari ID yang diberi nama 'My Lovely'. Wajah kibum langsung ditekuk melihat itu, perasaannya mulai panas. Berbagai praduga tidak beraturan memenuhi benaknya.

Segera kibum membuka pesan itu, dan mulutnya langsung menganga lebar setelah membaca isi pesannya.

‘Good night Sweet Heart, Have nice Dream’

Kibum masih terdiam, ia sedikit tidak percaya namun semenit kemudian pipinnya memanas, ia jingkrak-jingkrak di ranjangnnya, hatinnya berbunga-bunga seolah ada letusan kembang api di dadannya. Sungguh kibum tidak memiliki pikiran itu adalah nomor ponselnya. Terakhir ia melihat namanya di ponsel Yunho masihlah 'Bummie'.

Dengan cekatan ia mengirim balasan pada kekasihnnya.

‘good night my old man’

Setelah pesan terkirim ia merebahkan tubuhnnya ke kasur empuknnya, ia tidak mengharapkan balasan dari sang kekasih, ini sudah tengah malam jadi ia tidak ingin namjannya dan member yang lain masih terjaga, esok masih ada jadwal menanti, jadi mereka semua harus tidur dengan cukup. Dan sepertinnya sang namja tampannya sudah terlelap, dan sebaiknnya ia juga mengistirahatkan tubuhnnya juga bukan.

 

Sementara di sisi kamar lainnya, namja tampan berpipi chubby ini nyatannya belum terlelap, matannya masih memprhatikan screen ponsel kibumnnya. Ia tersenyum senang wajah tampannya yang menghiasi layar ponsel milik kesayangannya, dan jangan lupakan ID dirinnya di ponsel kibum ‘My Nampyeon’ haha sangat cute bukan? Saat jari-jari tangannya menekan tombol pesan masuk, dan yah..seperti perkiraannya, kibum tidak pernah menghapus setiap pesan darinnya, dan yang menganggu matannya, sebuah pesan masuk dari ID ‘Namu Namu’ ia merasah gerah namun masih saja membuka dan membacannya.

‘kibummie, kau lebih suka aku atau dongwoon?’

Oh shit..apa-apaan itu..untuk apa namja culun ini bertanya hal tidak sepantasnnya seperti itu, apa iya tidak tahu kibum sudah menjadi miliknnya. Ia penasaran apa kibum membalas pesan namu culun itu, dengan cepat dan menahan segenap emosinnya ia menekan tombol pesan terkirim.

‘Aku lebih suka dubu week’

Tiba- tiba ia tersenyum sendiri membaca balasan kekasihnnya pada namu namu culun itu, ia harusnnya percaya meskipun diluaran sana banyak namja yang menaruh hati pada kesayangannya, tapi nyatannya namja cantik itu hanya mencintainnya, haruskan ia berbangga hati? Tentu saja, sangat sulit mendapatkan hati dan perhatian dari namja cantik yang super judes itu haha.

Tit...Tit...

Sebuah pesan masuk dari ID Dongwoon, segera ia membukannya, ia penasaran untuk appa namja yang memang sahabat kekasihnnya ini tengah malam menghubungi kesayangannya.

‘Bummie, bisakah besok kita bertemu?’

Dengan cepat jari-jarinnya mengetikan sebuah balasan, entah kenapa ia kesal sekali, namja cantiknnya selalu menjadi rebutan namja-namja tampan diluaran sana, mulai sekarang ia harus lebih overprotective.

‘Tidak bisa aku ada janji dengan my Dubu’

Sedikit kekanak-kanakan tapi siapa peduli jika itu menyangkut kekasih cantiknnya, oke lebih baik ia menonaktifkan ponselnnya sebelum terlelap, ia tidak ingin mlihat balasan dari namja-namja mesum yang berusaha mendekati kibumnnya. Susah memang memiki kekasih yang cantik dan sexy seperti kibumnnya.

END